Sunday, July 31, 2011

keutamaan bulan ramadhan dan beramal di dalamnya



                                  




1. "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda : Ketika datang bulan Ramadhan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka ditutup, Setan- Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya ( tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini). ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).

2. "Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : "Aku berada di tempat 'Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. Ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadhan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadhan: Di bulan Ramadhan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan berhentilah ( dari perbuatan jahat) . Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan." (Riwayat Ahmad dan Nasai )

3. "Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda :" Shalat Lima waktu, Shalat Jum'at sampai Shalat Jum'at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi." ( H.R.Muslim)

4. "Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur'an itu memintakan syafa'at seseorang hamba di hari Kiamat nanti. puasa berkata : Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa'at baginya. Dan berkata pula AL-Qur'an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari ( karena membacaku ), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memmintakan syafaat." ( H.R. Ahmad, Hadits Hasan).

5. "Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut " Rayyaan". Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? ( untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu maka ditutuplah pintu itu." (HR. Bukhary Muslim).

6. Rasulullah saw. bersabda : "Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang" ( HR.Bukhari Muslim).

KESIMPULAN : Kesemua Hadits di atas memberi pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan beramal didalamnya, diantaranya :




Bulan Ramadhan adalah:

* Bulan yang penuh Barakah.
* Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
* Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
* Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
* Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri. (dalil 1 & 2).


Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :
* Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
* Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa't.
* Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6).

kelebihan ramadhan


                    
  • Daripada Anas (r.a), Katanya: Bersabda Nabi (s.a.w) : Tiada daripada seorang hamba apabila melihat ia sehari bulan Ramadan lantas dia memuji Allah  ( kerana kedatangan bulan rahmat dengan kelebihan dan keistimewaanya) kemudian dibacanya Al-Fatihah tujuh kali, melainkan diafiatkan Allah daripada sakit matanya pada bulan ini.
  • Kelebihan bulan Ramadan dan keagungannya dengan adanya malam Lailatul Qadar yang dirahsiakan, sehingga mendapat keampunan dan pahala serta darjat dan darjah tertinggi bagi orang yang berjaya mendapatkan malam Lailatul Qadar dengan dipenuhi amal ibadah dan bertaqwa kepada Allah, disamping sembahyangnya yang sunat , istiqfar, tasbih dan berzikir sepenuhnya.
  • Berkata Saidina Ali, Nabi (s.a.w) telah bersabda apabila engkau melihat sehari bulan maka bacalah olehmu "AllahuAkbar" 3 kali, kemudian bacalah :
    1. (Segala kepujian bagi Allah yang telah menjadikan aku dan telah menjadikan engkau, dan telah menentukan bagi engkau pangkat-pangkat (darjah) dan telah menjadikan engkau tanda (kekuasaan) bagi sekalian alam) nescaya bermegah Allah akan Dia dengan malaikat dan firmanNya: Hai malaikat! saksikanlah kamu, bahwa Aku telah merdekakan daripada api neraka, atau dibacakan :


      (Ya Allah, zahirlah Ramadan atas kami dengan keamanan dan keimanan dan dengan keselamatan dan keIslaman, Tuhanku dan Tuhan engkau Allah.)
  • Bersabda Nabi (s.a.w) : Bahawa syurga berlenggang-lenggang ia dan berhias dari setahun ke setahun kerana masuknya bulan Ramadan. Pada awal malam bulan Ramadan bertiup angin di bawah Arasy bergeraklah daun kayu lemah-longlainya di dalam syurga. Terdengarlah desiran daun-daun kayu, hembusan sang bayu syurga yang teramat indahnya.Seni rentak lagunya menawan seluruh perasaan nurani. Maka berhiaslah bidadari sekaliannya lalu berdirilah di atas puncak mercu syurga itu. Lantas bersuaralah bidadari : Adakah orang yang hendak meminang kami kepada Allah, kata bidadari pula: Apakah malam ini namanya? jawab Malek Ridwan (malaikat), Hai bidadari yang cantik manis, inilah malam awal Ramadhan, Lalu Allah berfirman: Hai Ramadan bukalah pintu syurga Bab AlJanan untuk orang-orang yang berpuasa daripada umat Muhammad (s.a.w). Hai Malek Ridwan tutuplah pintu neraka Al-Jahim daripada umat Muhammad (s.a.w), hai Jibrail belenggukan syaitan, lontarkannya ke dalam lautan supaya tidak membinasakan umat Muhammad akan puasanya. Maka berfirman Allah pada tiap-tiap malam Ramadan tiga kali : Adakah orang yang meminta ampun? Akan Aku ampunkan!
  • Pada malam Lailatul Qadar menyuruh Allah Ta'ala akan Jibrail Alaihisalam turun ke bumi, lalu turunlah Jibrail ke dalam perhimpunan malaikat ke bumi bersamanya bendera hijau lalu dipacakkan ke atas Kaabah, baginya 600 sayapnya , setengahnya tiada dibuka keduanya, melainkan pada malam Lailatul Qadar baharulah dibukakan keduanya, hingga sampai dari timur ke barat ( Musyriq Ke Maghrib ). Untuk menyelamatkan umat Muhammad, Lalu memberi salam kepada tiap orang yang berjaga pada malam Lailatul Qadar beribadah kerana mencari keredaan Allah, dan orang-orang yang duduk beribadah, orang yang sembahyang dan berzikir dan berjabat tangan sesama mereka mukmin dan mengucap amin doa orang-orang mukmin hingga terbit fajar subuh....... berkata para malaikat kepada Jibrail , apakah Allah berikan pada hajat orang mukmin dari umat Muhammad (s.a.w)  pada bulan Ramadan ini? Berkata Jibrail bahawasanya Allah menilik kepada  umat Muhammad yang berpuasa dan beribadah padanya dan dimaafkan mereka, diampunkan dosa-dosa mereka, melainkan empat orang yang tiada diampunkan dosanya: yaitu orang yang kekal minum arak, orang yang derhakakan ibubapanya, orang yang memutuskan sillaturrahim dan orang yang tidak bercakap dengan saudaranya lebih dari 3 hari.
  • Apabila pada malam akhir Ramadan dinamakan malam persalinan. Pada malam hari raya Aidilfitri didatangkan Allah malaikat kepada tiap-tiap negeri turunlah mereka ke bumi, berdiri pada permukaan jalan menyeru dengan suara yang kuat, semua mendengarnya kecuali jin dan manusia berkata mereka, hai umat Muhammad keluarlah kamu menghadap tuhan yang amat mulia (sembahyang raya di pagi raya) yang memberi pemberian yang berpanjangan dan mengampun akan dosa-dosa yang besar. Apabila tibalah umat Muhammad ke tempat sembahyang, firman Allah kepada maliakat : Hai malaikatKu, apakah balasan orang yang mengambil upah apabila selesai kerjanya ? Jawab malaikat , hai Tuhan kami, sempurnakanlah upahnya! Firman Allah bahawa Aku saksikan kamu hai malaikatku, telah aku jadikan pahala mereka dari puasa mereka pada bulan Ramadan mereka mendirikan sembahyang, ialah keredaanKu dan keampunanKu kepada mereka! Maka firmannya lagi : Hai segala hambaku, pohonlah kamu kepada ku, maka demi ketinggianku dan kebesaranku, tiada memohon kepadaku hari ini akak sesuatu bagi agamamu dan duniamu, melainkan Aku kurniakan kepadamu! (Al-Hadith).
  • Sabda Nabi (s.a.w) : Diberi kepada umatku lima perkara yang belum pernah diberi kepada umat-umat dahulu sebelumnya :
    • a) Bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada kasturi di sisi Allah
    • b) Segala perbelanjaan dan derita lapar selama puasanya adalah syurga balasannya.
    • c) Diampunkan dosa-dosa mereka pada malam Lailatul Qadar.
    • d) Amalan yang dilakukan pada bulan Ramadan digandakan kepada 10 hingga 700 kali ganda, melainkan puasa maka ianya bagiKu, Aku balas kepadanya yang berkuasa menahan syahwatnya, makan minumnnya kerana Aku.
    • e) Dan mereka dikurniakan nikmat kepada mereka keseronokkan ketika berbuka dan ketika menemui tuhan di akhirat.(Al-Hadith)
  • Sabda Nabi (s.a.w) : Menunaikan yang sunat diberi balasan pahala fardhu, dan amal fardhu diberi balasan 70 kali ganda. Bulan puasa adalah bulan sabar (sabar dalam berbuat taat kepadaNya.), dan sabar itu adalah syurga balasannya bulan ini dilebihkan rezeki kepada hambanya orang mukmin, diampunkan baginya dosa-dosa. Barang siapa memberi makan kepada orang berpuasa pahalanya seperti memerdekakan hamba dan diampunkan dosanya, berkata sahabat : Bagaimana kami tak sanggup memberi makan orang yang berpuasa (berbuka puasa) ya Rasullullah - Allah memberi pahala ini kepada orang yang memberi seteguk susu atau sebiji kurma atau segelas air, barang siapa kenyangkan orang berpuasa diampunkan Tuhan dosanya, diminumkan Tuhan dari kolam Hudh sejenis minuman yang tiada dahaga lagi kemudiannya hingga masuk ia ke syurga dan pahalanya seperti pahala orang berpuasa. (Al-Hadith)
  • Puasa menurut segala yang disuruh dan menjauh segala pantang larangannya, diampunkan dosanya, dan bertasbih, bertahlil dibinakan rumah indah dalam syurga.
  • Barang siapa hadir ke dalam majlis zikir pada bulan Ramadan, ditulis tiap langkahnya ibadat setahun, dan pada hari Qiamat bersamaku di bawah Arasy. Siapa tetap berjemaah dalam bulan puasa didirikan kota bercahaya indah, cemerlangnya , dan yang berbakti kepada ibubapanya Allah memandang rahmat kepadanya, dan isteri yang berbuat sesuatu mencari keredaan suaminya, maka pahala yang besar Allah kurniakan kepadanya , seperti Siti Maryam dan siapa yang menyampaikan hajat orang mukmin, Allah menunaikan seribu hajatnya, dan siapa bersedekah kepada fakir miskin (yang ada anak isteri) tiap langkah dikurniakan kepadanya seribu kebajikan, dihapuskan seribu kejahatan dan diangkatkan seribu darjat baginya. (Al-Hadith).
  • Orang yang sembahyang bulan Ramadan tiap sekali sujud, dikurniakan kepadanya 1700 kebajikan, dan dibinakan rumah didalam syurga daripada permata bagi orang yang berpuasa dan beribadat, 75000 malaikat meminta ampun baginya dari pagi hingga tenggelam matahari, dan dibina sebuah mahligai baginya . (Al-Hadith)
  • Pada hari Qiamat, Allah memerintah Malek Ridwan supaya dikeluarkan orang-orang berpuasa daripada kuburnya dengan keadaan lapar dan dahaga, lalu disuruh Malek Ridwan berikan segala keinginan mereka dari segala macam makanan dan minuman syurga. Maka Malek Ridwan memerintah kepada anak-anak membawa talam-talam makanan , minuman dan buah-buahan. Sebagai balasan berlapar di bulan Ramadan. (A-Hadith)
  • Orang mukmin yang tidur dalam bulan puasa kerana puasa Ramadan, dia membalikkan badannya sambil meyebut Allah! maka kata malaikat kepadanya : Rahimakallah (Allah Mencucuri Rahmat kepada kamu.)
    • - Apabila  dia berdiri maka berdoalah hamparannya :  (Wahai Tuhanku, kurniakanlah kepadanya hamparan permaidani  tebal kepadanya di dalam syurga)
    • - Apabila memakai pakaian , berdoalah pakaian (Wahai Tuhanku, kurniakan kepadanya pakaian syurga)
    • - Apabila memakai kasut, berdoalah kasut  (Wahai Tuhanku, tetapkanlah atas titian Siratul Mustaqim!)
    • - Apabila memegang timba berdoalah pula timba : (Wahai Tuhanku kurniakan kepadanya gelas syurga!)
    • - Apabila mengambil air sembahyang , berdoalah air itu : (Wahai Tuhanku sucikannya daripada segala dosa dan kesalahan!)
    • - Apabila berdiri sembahyang , berdoalah rumahnya:  ( Wahai Tuhanku cahayakanlah kuburnya dan luaskanlah , lapangkanlah kuburnya!)
    • Serta menilik Allah kepadanya , maksudnya : HambaKu berdoa dan Aku menerima! (Al-Hadith)
  • Malaikat yang banyak muka bersujud kepada Allah pada hari Qiamat, satu muka sujud , satu muka melihat syurga, satu muka melihat neraka, satu muka melihat Arasy , lalu berkata malaikat itu : Wahai Tuhanku , ampunlah umat Muhammad, kasihanilah mereka! janganlah disiksa orang yang berpuasa Ramadan dari umat Muhammad! (Al-Hadith)
    • Keredaan Allah (bagi orang yang taat)
    • Keampuan Allah (bagi orang yang maksiat)
    • Jaminan Allah (bagi orang yang taat)
    • Kejinakan Allah (bagi orang yang tawakkal)
    • Anugerah Allah (bagi orang yang benar).
      • Ramadan, Ramada, ertinya : membakar - yakni menghapuskan dosa dosa orang yang berpuasa dan beribadat bulan Ramadan.
      • Ramadan ertinya bulan mendapatkan keredhaan Allah dan keampunan bagi hambaNya. Orang yang mendapat keredhaan dan keampunan Allah bererti memberi jaminan (kerana ibadatnya pada bulan mulia dengan penuh taat) mendapat syurga anugerah Allah bagi hambaNya yang benar benar melakukan ibadat kerana Nya pada bulan Ramadan termulia ini dengan ganjaran pahala sehingga seribu kali ganda dan keampunan yang banyak sekali, teristimewa pada malam Lailatul Qadar.
    • "Bahawa di dalam syurga terdapat bilik bilik, dilihat dari luar nampak di dalamnya dan dilihat dari dalam kelihatan di luarnya, berkata sahabat : untuk siapakah ya Rasulullah? Lantas Baginda menjawab : Ialah bagi orang yang baik percakapannya, bagi orang yang memberi makan makanan, bagi orang yang sentiasa berpuasa, bagi orang yang sembahyang di tengah malam sedang manusia banyak tidur." (Al Hadith)
    •  
    • "Semulia mulia sedeqah ialah sedeqah pada bulan Ramadhan." (Al Hadith)
    • "Puasa itu perisai dan sedeqah itu memadam kesalahan dosa sepertimana air memadamkan api." (Al Hadith)
    • "Siapa memberi makan ( berbuka puasa) kepada orang puasa makan baginya seumpama balasan pahala orang yang berpuasa dengan tidak kurang sedikitpun ." (Al Hadith)
  • Sabda Nabi (s.a.w) : Tiada daripada seorang hamba berpuasa Ramadan, diam tiada berkata yang sia sia dan daripada yang haram dan yang makruh, dan sentiasa menyebut Allah (berzikrullah), menghalalkan yang dihalalkan Allah, mengharamkan akan yang diharamkan Allah, tiada mengerjakan kejahatan, melainkan sehingga berakhir Ramadan, telah diampunkan baginya segala dosanya, dan tiap tasbih, tiap tahlil, dibinakan sebuah rumah yang terindah di dalam syurga daripada permata zamrud, di dalamnya daripada yaqut merah indah, di dalam rangka permata itu (yaqut) terdapat sebuah khemah, di dalamnya terdapat bidadari ( hurul ain isteri syurga). Terhias dengan permata bercahaya indah yang menerangkan bumi seluruhnya.(Al Hadith)
  • Sabda Nabi (s.a.w) : Bahawasanya bagi Allah beberapa kejadianNya, dijadikan mereka supaya menyampaikan segala hajat orang dan supaya orang meminta tolong kepada Nya, pada menyempurnakan segala hajat yang diperlukan, mereka itulah orang yang aman daripada siksa Allah (Riwayat At Tibrani) (Al-Hadith)
  • Sabda Nabi (s.a.w) : Bahawa pintu langit dan pintu syurga dibuka pada awal Ramadan hingga akhir malam Ramadan, tiap orang yang bersembahyang pada malamnya dituliskan baginya tiap satu sujud 1700 kebajikan, dibina rumah baginya di dalam  syurga daripada yaqut merah indah, baginya 70 pintu daripada emas yang bertatah yaqut permata yang merah, orang yang berpuasa pada awal Ramadan diampunkan segala dosanya  hingga ke akhir bulan Ramadan, dibinakan baginya tiap tiap hari sebuah mahligai di dalam syurga, mempunya 1000 pintu daripa emas, dan meminta ampun baginya 70 000 malaikat  dari pagi  hingga tenggelam matahari (Al Hadith)
  • Sabda Nabi (s.a.w) : Kelebihan hari Jumaat pada bulan Ramadan atas segala hari yang lainnya seperti kelebihan Ramadan atas segala bulan (Al Hadith)
  • Barangsiapa mengerjakan ibadat pada bulan Ramadan dengan keimanannya dan ikhlasnya kerana Allah, maka di ampunkan segala dosanya yang telah lalu (Al Hadith)
  • Sabda Nabi (s.a.w) : Tidur orang yang berpuasa itu adalah ibadat, dan nafasnya itu adalah tasbih, doanya itu mustajab, dosanya diampunkan Allah, dan amal ibadatnya dilipatgandakan . (Al Hadith)
  • Apabila berakhir bulan Ramadan, menangis wali-wali Allah kerana terpisahnya bulan yang paling mulia yang digandakan ibadat berlipatkali ganda daripada bulan bulan yang lainnya, bulan Allah mudah menerima ampun taubat hambaNya, bulan yang banyak sekali diturun rahmat ke alam, bulan yang terdapat padanya malam Lailatul Qadar, suatu rahmat dan rahsia yang dikurniakan kepada hamba hamba Nya yang  salihin, yang tidak terdapat pada bulan bulan yang lainnya. Mereka menangis kerana belum tentu akan dapat menemui bulan termulia ini pada tahun tahun hadapan, kiranya dipanjangkan umur.
  • Apabila berakhirlah malam bulan Ramadan, menangislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi, dan segala malaikat, jerana berlalu Ramadan berlalulah kelebihan, sebab musibah bagi umatku, dan duduk segala malaikat bagi musibah, orang bertanya : Ya Rasullullah, apa itu musibah ? Jawab rasullullah (s.a.w), Kerana segala doa padaNya itu mustajab, sedakah makbul, segala kebajikan digandakan dan siksa kubur diangkatmaka apakah musibah yang terlebih besar daripada ini bagi umatku?! (Al-Hadith)
  • Malam Lailatul Qadar adalah malam rahsia, yang turunnya padanya malaikat Jibrail dan beberapa malaikat dengan perintah Allah. Orang yang berjaga dengan malam ibadatnya untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar yang terahsia itu yang tidak diketahui oleh manusia, hanya orang-orang solihin yang hampir, orang berusaha mendapatkan malam mulia itu dengan berjaga malam pada sepuloh malam Ramadan yang terakhir maka diampunkan tuhan segala dosanya. Di pahalakannya dengan banyak , dirahmatkannya dengan limpah kurnia. Dan orang-orang solihin yang dikurniakan Allah mendapat malam Lailatul Qadar itu satu keberuntungan kebahagiaan bagi akhirat, mendapat keampunan dan rahmat terbesar, mendapat pimpinan Allah dalam hatinya, mendapat keredaan Allah dalam hidupnya dunia dan akhirat.
  • Malam Aidilfitri, malam raya, disunatkan kepada kita berjaga malam, beribadah, bertakbir "AllahuAkbar" sepanjang malamnya. Akan mendapat keampunan yang banyak, pahala yang besar, rahmat Allah tercurah kepadanya. Siapa yang menghidupkan dua malam raya (AidilFitri & AidilAdha) dengan ibadatnya dan takbirnya , tiada dimatikan hatinya pada hari yang dimatikan segala hati. (Al-Hadith).

Monday, July 18, 2011

DR LO’ LO’ SEKADAR YANG SAYA KENALI

Dr Lo’ Lo’ Sekadar Yang Saya KenaliProf Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin
(sertai facebook DrMAZA.com dan twitter realDrMAZa)


Kita hanyalah bilangan hari. Apabila sebahagian bilangan hari itu pergi, sebahagian diri kita juga pergi. Apabila kesemua telah habis pergi, maka berakhirlah riwayat ini. Hidup hanyalah sebuah perjalanan, pasti ada tarikh perhentiannya. Tiada siapa dapat menghalang, walau sehebat mana pun dia merancang. Dunia hanya ladang untuk menuai bekalan. Dataran menuju ke persada sebenar kehidupan. Dunia ini amat sementara; ada hari datang dan ada pula hari perginya.

Apabila saya menerima berita kematian YB Dr Lo’ Lo’ Mohd Ghazali, perasaan saya menjadi sugul. Saya teringatkan sikap prihatin beliau kepada saya sepanjang saya mengenalinya. Paling sayu, saya teringat permintaan beliau beberapa minggu lepas ketika saya menziarahi beliau dalam keadaan yang amat uzur. Beliau meminta saya menulis sebuah puisi untuknya. Ternyata saya tidak menunaikan harapan itu sehingga beliau meninggal. Padahal, saya telah sebut ‘insyaAllah’.

Hari ini jenazah beliau dikebumikan, malang sekali lagi saya tidak dapat hadir kerana ada viva student di USM. Namun doa saya untuknya sejak saya mendengar kematiannya. Saya juga harap tulisan ini dapat memberikan manfaat yang lebih dengan saya merayu kepada pembacanya agar berdoa kepada Allah untuk diberikan rahmat dalam keampunan kepada Lo’ Lo’ Ghazali, hamba Allah yang telah pulang ke kehidupan yang hakiki.

Saya ingin mencoret sedikit mengenai beliau dengan kadar sedikit yang saya kenal. Saya mulakan dengan apa yang Nabi s.a.w nasihati kita:
“Sesiapa dalam kalangan kamu yang terpaksa memuji saudaranya, maka hendaklah dia berkata: ‘aku menilainya demikian, Allah jua yang menjadi penilainya yang sebenar, aku tidak akan memuji sesiapa atas nama Allah” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Ya, hanya Allah yang mengetahui hakikat kita. Kita menilai apa yang zahir, Allah jua mengetahui apa yang batin. Mungkin apa yang ada di sisi Allah lebih baik dari apa yang kita sangka dan tahu. Demikian juga sebaliknya.
Peringatan Jawatan Mufti
Saya bukan terlalu mengenali Dr Lo’ Lo’. Cuma ada beberapa coretan sekadar yang saya kenal beliau. Saya mula mengenali Dr Lo’ Lo’ sejak sebelum saya menjadi Mufti Perlis lagi. Beliau menghadiri beberapa majlis ucapan saya. Kali terakhir seingat saya di UIA, semasa saya berforum.
Apabila saya ditawarkan menjadi mufti pada tahun 2006, Dr Lo’ Lo’ menghantar email mengingatkan saya tentang bahaya jawatan tersebut. Sebagai anak bekas Mufti Perak, beliau menceritakan pengalamannya. Saya masih simpan peringatan itu.
Antara yang beliau sebut
“..saya juga seorang manusia yang dhaif tetapi saya ingin berkongsi pengalaman kerana pernah hidup sebagai anak mufti dan berkongsi pahit maungnya serta cabaran seorang mufti bagi kerajaan yang tidak mengamalkan Islam sepenuhnya. Banyak kali arwah bapa saya bersungut dan menyatakan kesal kerana nasihat dan pandangannya tidak dipedulikan, keputusan majlis fatwa yang dianggotainya dibuang dalam tong sampah, bagaimana payahnya berhadapan dengan sultan-sultan yang kehidupan mereka dikelilingi dengan pelbagai adat dan kebiasaan yang tidak selaras dengan Islam. Itu belum kira kerenah MB, exco-exco dan YB-YB lagi…itu cerita 30 tahun lalu, saya percaya kini cabaran untuk seorang mufti kerajaan adalah lebih hebat lagi. Saya berdoa agar Dr Asri dipandu untuk memilih keputusan yang terbaik dunia dan akhirat”.
Itulah antara kandungan email beliau. Lahir dari jiwa yang ikhlas terhadap saya dan naluri yang prihatin terhadap agama. Saya merenung kata-katanya ketika itu. Kali ini apabila saya membaca sekali lagi, saya dapat rasakan indahnya kejujuran yang terkandung dalam nasihat itu. Ya, sering kali sesuatu lebih bernilai kita rasakan, apabila empunya telah pergi. Semoga menimbang kata-kata nasihatnya itu sebagai himpunan amalan soleh beliau.
Apabila saya menjadi Mufti Perlis, saya agak terputus dengan beliau. Hanya sekali-sekala beliau bertanya beberapa perkara. Mungkin beliau rasa ketika itu saya rapat dengan pemimpin UMNO.
Selepas Mufti
Apabila berhenti dari jawatan Mufti, pada hari yang berikutnya saya terus ke UK. Di UK, saya sempat bertemu dan berhubung baik dengan anak beliau Saudara Fawwaz yang ketika itu tinggal Manchester. Layanan baik Fawwaz kepada saya dan keluarga ketika melawat dan berceramah di Manchester tidak dapat saya lupakan. Ini menjadikan kembali saya mengingat sikap baik ibunya kepada saya.
Apabila pulang ke Malaysia, kemudian berlaku peristiwa saya ditahan JAIS dan ke mahkamah, ramai pemimpin politik dan NGOs yang hadir. Dr Lo’ Lo’ yang ketika itu uzur juga turut hadir ke mahkamah di Gombak. Sempat saya bercakap dengan beliau. Saya ingat lagi, beliau kata kepada saya:
“Ini ada hikmahnya, ujian dan cabaran, Allah mahu ustaz memimpin rakyat, turut ke medan, bersama-sama mengubah keadaan yang ada”.
Saya diam. Saya akur. Saya tahu beliau jujur. Hati nuraninya yang sayangkan kebaikan dan bencikan kezaliman itu tidak dapat disembunyikan sekalipun di sebalik tubuh yang uzur. Selepas hari itu, agak kerap juga kami bertanya khabar.
Masuk UMNO
Kadang-kala beliau bertanya saya pandangan dalam pelbagai isu agama. Beliau fahami pendirian saya. Beliau saya rasa suka dengan cara apa yang saya faham mengenai beberapa perkara dalam Islam ini. Apabila timbul berita saya akan masuk UMNO, Dr Lo’ Lo’ menghubungi saya dengan tegas. Kata beliau:
“Janganlah ustaz tambahkan sakit saya dengan berita-berita yang macam ini. Saya pernah teramat kecewa apabila Anwar Ibrahim masuk UMNO. Saya harap ustaz tidak mengulangi kesilapan itu. Saya akan amat kecewa jika ustaz membuat tindakan yang sama”.
Saya meminta beliau memberikan masa agar spekulasi itu berakhir lagi dua tiga hari. Beliau terus mengingatkan saya agar jangan tersilap langkah. Keesokannya, barangkali beliau mendengar desus-desas itu makin kuat, maka beliau sms kepada saya dengan tegas, katanya:
“mati hidup semula saya tidak akan mempercayai ustaz lagi jika ustaz masuk UMNO. Apakah ustaz takut kepada cabaran di dunia ini? Atau mengharapkan kedudukan di dunia sehingga sanggup hendak masuk UMNO? Jika ustaz tidak mahu masuk PAS pun, janganlah masuk UMNO”.
Saya simpati dan rasa bersalah memandang beliau uzur. Saya terus bercakap dengannya dengan memberikan jaminan bahawa apa yang beliau khuatiri itu insyaAllah tidak berlaku. Saya beritahu bahawa pimpinan PAS lain, khusus Ketua Dewan Ulama PAS juga telah bercakap dengan saya dan memberikan nasihat. Namun, apabila 40 orang ulama muda masuk UMNO, Dr Lo’ Lo’ sekali lagi berhubung dengan saya dan berkata:
“Tergamak ustaz membiarkan sahabat-sahabat ustaz masuk UMNO, sedangkan saya ini bersusah payah hendak memastikan mereka yang berpegang dengan manhaj al-Quran dan as-Sunnah masuk ke dalam PAS. Jika Tuan Guru Nik Aziz tidak ada nanti, macam manalah perjalanan PAS ini. Ini, ustaz pula biarkan kawan-kawan masuk UMNO”.
Saya diam. Ada perkara yang saya tahu yang mungkin beliau tidak tahu. Begitulah sebaliknya. Apa pun, saya amat berterima kasih, sikap beliau yang sentiasa prihatin kepada perkembangan Islam dan masa depan dakwah. Beliau seorang serikandi, seorang mujahidah, seorang yang jujur dengan keyakinannya.
Kritik PR
Saya tahu, ya kadang-kala apabila saya mengkritik tokoh utama PR, Dr Lo’ Lo’ kurang selesa. Dia akan sms melahirkan ketidakpuasan hatinya. Kadang-kala bahasanya ‘tegas’. Saya sering tersenyum apabila membaca smsnya. Ya, bukan semua perkara kita dapat sama dan seiya sekata. Namun, yang pasti ia adalah kata-kata yang datang dari seorang yang prihatin.
Namun, beliau lama-lama biasa dengan sikap saya yang memberikan pandangan kepada kedua belah pihak. Sebelum muktamar PAS beliau memohon agar saya mewar-warkan semula artikel lama saya ‘Ulama atau professional Jadi Pemimpin’ . Beliau kata, beliau ingin meminta supaya Harakah menyiarkannya semula. Saya tahu aliran pemikiran yang ingin ramaikan professional dalam kepimpinan PAS.
Ziarah Hospital
Apabila saya mendapat berita beliau amat uzur dan berada dalam keadaan kritikal di hospital, saya hubungi Fawwaz. Saya pohon untuk menziarahinya. Saya pergi dengan beberapa orang sahabat, sebahagian mereka ustaz-ustaz. Dr Lo’ Lo’ meminta untuk hanya saya sahaja yang masuk dahulu. MasyaAllah, saya melihat seorang serikandi mujahidah dalam kedaan yang uzur terbaring di katil. Wajahnya sudah kelihatan bengkak. Pun, begitu masih lagi dengan pakaian muslimahnya. Beliau menangis ketika itu. Dalam celahan itu saya mendengar indahnya kata-kata beliau:
“ustaz, saya bimbang saya tidak dapat menjadi hamba Allah yang baik”.
Kata-kata itu menusuk ke dalam jantung saya bagaikan cahaya ruhi yang menyelinap masuk ke dalam urat nadi. Ia adalah kata-kata yang lebih murni dari segala lafaz seni, kata-kata yang lahir dari nurani insani yang mendambakan kasih-sayang Allah. Kata-kata yang tidak lahir di saat- demikian melainkan dari jiwa yang sentiasa berhubungan cinta dengan Allah. Demikian penilaian saya. Hakikat yang sebenar kembali kepada Allah.
Kemudian, sempat beliau berpesan kepada saya untuk terus memberikan pandangan kepada PAS dan beliau bersyukur segala usaha beliau dan sahabat-sahabatnya mula melihatkan hasil dalam PAS. Beliau meminta saya tuliskan sebuah puisi untuk beliau. Saya berjanji insyaAllah. Nampaknya, puisi itu akan lahir selepas pemergian beliau.
Ustaz Sampul
Selepas habis berbicara dengan saya, beliau mengizinkan sahabat-sahabat yang bersama saya masuk. Dalam keuzuran yang amat sangat itu, beliau masih sempat memberikan nasihat. Antara yang beliau kata;
“Maaflah saya ingin sebut, ustaz-ustaz ini jangan asyik fikirkan sampul sahaja. Ramai yang rasa selesa, hanya dok berkuliah dalam masjid, selepas itu seronok dapat sampul duit tapi tidak mengambil tahu apa yang berlaku kepada umat; khususnya anak-anak muda kita kat luar sana”.
Ya, itulah kata-kata beliau. Ia amat benar. Itu penyakit yang menimpa ramai yang memakai gelaran ustaz atau‘pendakwah’. Pahit yang terpaksa diakui, bukan sedikit yang fikirannya berlegar kepada wang dalam sampul yang akan menjadi habuan selepas kuliah atau ceramah. Bukan salah. Namun, apabila itu dijadikan buruan, maka ramai yang mengelak diri dari arus dan tribulasi perjuangan. Kata-kata Dr Lo’ Lo’ itu terbit dari hati nurani seorang daiyah (pendakwah). Bukan singkat masa beliau menelusuri pengalaman dan perjuangan.
Ya, beliau banyak di medan politik. Sebahagian ijtihad siyasi dan pandangan politiknya mungkin berbeza dengan saya. Namun, saya tetap hormati jasa dan sumbangannya. Zahir pada kehidupan sebagai seorang muslimah dan mujahidah. Berjuang membela keyakinannya mengenai Islam dan keadilan. Sebagai seorang sahabat dan insan yang masih hidup atas bumi ini, saya hanya mampu berdoa untuknya agar dilimpahi rahmat dan keampunan, kemudian meneruskan perjalanan hidup ini sehingga sampai ke destinasi seperti mana beliau pun telah menamatkannya.

Pramugari Koma di Tanah Suci



                                                       
assalamualaikum.....
saya nak beritahu yang cerita di bawah ini tiada kena mengena dgan saya ye....sekadar perkongsian bersama.....harap-harap dapat sedarkan diri kita ini dari lalai...wallahua'lam



Selama hampir sembilan tahun menetap di Mekah dan membantu ayah saya menguruskan jemaah haji dan umrah, saya telah melalui pelbagai pengalaman menarik dan pelik.
Walaubagaimanapun, dalam banyak-banyak peristiwa itu, ada satu kejadian yang pasti tidak akan saya lupakan sampai bila-bila.
Ianya berlaku kepada seorang wanita yang berusia di pertengahan 30-an. Kejadian itu berlaku pada pertengahan 1980-an semasa saya menguruskan satu rombongan haji. Ketika itu umur saya baru 20 tahun dan masih menuntut di Universiti Al-Azhar, Kaherah. Kebetulan ketika itu saya balik ke Mekah sekejap untuk menghabiskan cuti semester.
Saya menetap di Mekah mulai 1981 selepas menamatkan pengajian di Sekolah Agama Gunung Semanggol, Perak. Keluarga saya memang semuanya di Mekah, cuma saya seorang saja tinggal dengan nenek saya di Perak.
Walaupun masih muda, saya ditugaskan oleh bapa saya, Haji Nasron untuk menguruskan jemaah haji dan umrah memandangkan saya adalah anak sulung dalam keluarga.
Berbalik kepada cerita tadi, ketibaan wanita tersebut dan rombongan haji di Lapangan Terbang Jeddah kami sambut dengan sebuah bas. Semuanya nampak riang sebab itulah kali pertama mereka mengerjakan haji. Sebaik sampai, saya membawa mereka menaiki bas dan dari situ, kami menuju ke Madinah. Alhamdulillah, segalanya berjalan lancar hinggalah kami sampai di Madinah.
Tiba di Madinah, semua orang turun daripada bas berkenaan. Turunlah mereka seorang demi seorang sehingga tiba kepada giliran wanita terbabit. Tanpa apa-apa sebab, sebaik sahaja kakinya mencecah bumi Madinah, tiba-tiba wanita itu tumbang tidak sedarkan diri.
Sebagai orang yang dipertanggungjawabkan mengurus jemaah itu, saya pun bergegas menuju ke arah wanita berkenaan.
"Kakak ni sakit," kata saya pada jemaah-jemaah yang lain.
Suasana yang tadinya tenang serta merta bertukar menjadi cemas. Semua jemaah nampak panik dengan apa yang sedang berlaku.
"Badan dia panas dan menggigil. Kakak ni tak sedarkan diri, cepat tolong saya, kita bawa dia ke hospital," kata saya.
Tanpa membuang masa, kami mengangkat wanita tersebut dan membawanya ke hospital Madinah yang terletak tidak jauh dari situ. Sementara itu, jemaah yang lain dihantar ke tempat penginapan masing-masing. Sampai di hospital Madinah, wanita itu masih belum sedarkan diri. Berbagai-bagai usaha dilakukan oleh doktor untuk memulihkannya, namun semuanya gagal. Sehinggalah ke petang, wanita itu masih lagi koma.
Sementara itu, tugas mengendalikan jemaah perlu saya teruskan. Saya terpaksa meninggalkan wanita tersebut terlantar di hospital berkenaan. Namun dalam kesibukan menguruskan jemaah, saya menghubungi hospital Madinah untuk mengetahui perkembangan wanita tersebut. Bagaimanapun, saya diberitahu dia masih tidak sedarkan diri. Selepas dua hari, wanita itu masih juga tidak sedarkan diri. Saya makin cemas, maklumlah, itu adalah pengalaman pertama saya berhadapan dengan situasi seperti itu.
Memandangkan usaha untuk memulihkannya semuanya gagal, maka wanita itu dihantar ke Hospital Abdul Aziz Jeddah untuk mendapatkan rawatan lanjut sebab pada masa itu hospital di Jeddah lebih lengkap kemudahannya berbanding hospital Madinah. Namun usaha untuk memulihkannya masih tidak berhasil. Jadual haji mesti diteruskan. Kami bertolak pula ke Mekah untuk mengerjakan ibadat haji.
Selesai haji, sekali lagi saya pergi ke Jeddah. Malangnya, bila sampai di Hospital King Abdul Aziz, saya diberitahu oleh doktor bahawa wanita tersebut masih koma. Bagaimanapun, kata doktor, keadaannya stabil. Melihat keadaannya itu, saya ambil keputusan untuk menunggunya di hospital.
Selepas dua hari menunggu, akhirnya wanita itu membuka matanya. Dari sudut matanya yang terbuka sedikit itu, dia memandang ke arah saya. Sebaik saja terpandang wajah saya, wanita tersebut terus memeluk saya dengan erat sambil menangis teresak- esak. Sudah tentu saya terkejut sebab saya ni bukan muhrimnya. Tambahan pula kenapa saja dia tiba-tiba menangis?? Saya bertanya kepada wanita tersebut;
"Kenapa kakak menangis?"
"Mazlan.. kakak taubat dah Lan. Kakak menyesal, kakak takkan buat lagi benda-benda yang tak baik. Kakak bertaubat, betul-betul taubat."
"Kenapa pulak ni kak tiba-tiba saja nak bertaubat?" tanya saya masih terpinga-pinga.
Wanita itu terus menangis teresak-esak tanpa menjawab pertanyaan saya itu. Seketika kemudian dia bersuara, menceritakan kepada saya mengapa dia berkelakuan demikian, cerita yang bagi saya perlu diambil iktibar oleh kita semua. Katanya ;
"Mazlan, kakak ni sudah berumah tangga, kahwin dengan lelaki orang putih. Tapi kakak silap. Kakak ini cuma Islam pada nama dan keturunan saja. Ibadat satu apa pun kakak tak buat. Kakak tak sembahyang, tak puasa, semua amalan ibadat kakak dan suami kakak tak buat. Rumah kakak penuh dengan botol arak. Suami kakak tu kakak sepak tendang, kakak pukul-pukul saja," katanya tersedu-sedan.
"Habis yang kakak pergi haji ini?"
"Yalah...kakak tengok orang lain pergi haji, kakak pun teringin juga nak pergi."
"Jadi apa sebab yang kakak menangis sampai macam ni sekali. Ada sesuatu ke yang kakak alami semasa koma?" tanya saya lagi.
Dengan suara tersekat-sekat, wanita itu menceritakan ;
"Mazlan...Allah itu Maha Besar, Maha Agung, Maha Kaya. Semasa koma tu, kakak telah diazab dengan seksaan yang benar-benar pedih atas segala kesilapan yang telah kakak buat selama ini.
"Betul ke kak?" tanya saya, terkejut.
"Betul Mazlan. Semasa koma itu kakak telah ditunjukkan oleh Allah tentang balasan yang Allah beri kepada kakak. Balasan azab Lan, bukan balasan syurga. Kakak rasa seperti diazab di neraka. Kakak ni seumur hidup tak pernah pakai tudung. Sebagai balasan, rambut kakak ditarik dengan bara api. Sakitnya tak boleh nak kakak ceritakan macam mana pedihnya. Menjerit-jerit kakak minta ampun minta maaf kepada Allah."
"Bukan itu saja, buah dada kakak pula diikat dan disepit dengan penyepit yang dibuat daripada bara api, kemudian ditarik ke sana-sini, putus, jatuh ke dalam api neraka. Buah dada kakak rentung terbakar, panasnya bukan main. Kakak menjerit, menangis kesakitan. Kakak masukkan tangan ke dalam api itu dan kakak ambil buah dada tu balik", tanpa mempedulikan pesakit lain dan jururawat memerhatikannya wanita itu terus bercerita.
Menurutnya lagi, setiap hari dia diseksa, tanpa henti, 24 jam sehari. Dia tidak diberi peluang langsung untuk berehat atau dilepaskan daripada hukuman sepanjang masa koma itu dilaluinya dengan azab yang amat pedih. Dengan suara tersekat-sekat, dengan air mata yang makin banyak bercucuran, wanita itu meneruskan ceritanya ;
"Hari-hari kakak diseksa. Bila rambut kakak ditarik dengan bara api, sakitnya terasa seperti nak tercabut kulit kepala. Panasnya pula menyebabkan otak kakak terasa seperti menggelegak. Azab itu cukup pedih, pedih yang amat sangat, tak boleh nak diceritakan."
Sambil bercerita, wanita itu terus meraung, menangis teresak-esak. Nyata dia betul-betul menyesal dengan kesilapannya dahulu. Saya pula terpegun, kaget dan menggigil mendengar ceritanya. Begitu sekali balasan Allah kepada umatnya yang ingkar.
"Mazlan...kakak ni nama saja Islam, tapi kakak minum arak, kakak main judi dan segala macam dosa besar. Kerana kakak suka makan dan minum apa yang diharamkan Allah, semasa tidak sedarkan diri itu kakak telah diberi makan buah-buahan yang berduri tajam. Tak ada isi pada buah itu melainkan duri-duri saja. Tapi kakak perlu makan buah-buah itu sebab kakak betul-betul lapar."
"Bila ditelan saja buah-buah itu, duri-durinya menikam kerongkong kakak dan bila sampai ke perut, ia menikam pula perut kakak. Sedangkan jari yang tercucuk jarum pun terasa sakitnya, inikan pula duri-duri besar menyucuk kerongkong dan perut kita. Habis saja buah-buah itu kakak makan, kakak diberi pula makan bara-bara api. Bila kakak masukkan saja bara api itu ke dalam mulut, seluruh badan kakak rasa seperti terbakar hangus. Panasnya cuma Allah saja yang tahu. Api yang ada di dunia ini tidak akan sama dengan kepanasannya.
Selepas habis bara api, kakak minta minuman, tapi kakak dihidangkan pula dengan minuman yang dibuat daripada nanah. Baunya cukup busuk. Tapi kakak terpaksa minum sebab kakak sangat dahaga. Semua terpaksa kakak lalui, azabnya tak pernah rasa, tak pernah kakak alami sepanjang kakak hidup di dunia ini."
Saya terus mendengar cerita wanita itu dengan tekun. Terasa sungguh kebesaran Allah.
"Masa diazab itu, kakak merayu mohon kepada Allah supaya berilah kakak nyawa sekali lagi, berilah kakak peluang untuk hidup sekali lagi. Tak berhenti-henti kakak memohon. Kakak kata kakak akan buktikan bahawa kakak tak akan ulangi lagi kesilapan dahulu. Kakak berjanji tak akan ingkar perintah Allah, akan jadi umat yg soleh. Kakak berjanji kalau kakak dihidupkan semula, kakak akan tampung segala kekurangan dan kesilapan kakak dahulu, kakak akan mengaji, akan sembahyang, akan puasa yang selama ini kakak tinggalkan."
Saya termenung mendengar cerita wanita itu. Benarlah, Allah itu Maha Agung dan Maha Berkuasa. Kita manusia ini tak akan terlepas daripada balasannya. Kalau baik amalan kita maka baiklah balasan yang akan kita terima, kalau buruk amalan kita, maka azablah kita di akhirat kelak. Alhamdulillah, wanita itu telah menyaksikan sendiri kebenaran Allah.
"Ini bukan mimpi Mazlan. Kalau mimpi azabnya takkan sampai pedih macam tu sekali. Kakak bertaubat Mazlan, kakak tak akan ulangi lagi kesilapan kakak dahulu. Kakak bertaubat, kakak taubat nasuha," katanya sambil menangis-nangis.
Sejak itu wanita berkenaan benar-benar berubah. Bila saya membawanya ke Mekah, dia menjadi jemaah yang paling warak. Amal ibadahnya tak henti-henti. Contohnya, kalau wanita itu pergi ke masjid pada waktu maghrib, dia cuma akan balik ke biliknya semula selepas sembahyang subuh.
"Kakak, yang kakak sembahyang teruk-teruk ni kenapa? Kakak kena jaga juga kesihatan diri kakak. Lepas sembahyang Isyak tu kakak baliklah, makan nasi ke, berehat ke." tegur saya.
"Tak apalah Mazlan. Kakak ada bawa buah kurma. Bolehlah kakak makan semasa kakak lapar."
Menurut wanita itu, sepanjang berada di dalam Masjidil Haram, dia mengqada'kan semula sembahyang yang ditinggalkannya dahulu. Selain itu dia berdoa, mohon kepada Allah supaya mengampunkan dosanya. Saya kasihan melihatkan keadaan wanita itu, takut kerana ibadah dan tekanan perasaan yang keterlaluan dia akan jatuh sakit pula. Jadi saya menasihatkan supaya tidak beribadat keterlaluan hingga mengabaikan kesihatannya.
"Tak boleh Mazlan. Kakak takut, kakak dah merasai pedihnya azab Tuhan. Mazlan tak rasa, Mazlan tak tau. Kalau Mazlan dah merasai azab itu, Mazlan juga akan jadi macam kakak. Kakak betul-betul bertaubat."
Wanita itu juga berpesan kepada saya, katanya ;
"Mazlan, kalau ada perempuan Islam yang tak pakai tudung, Mazlan ingatkanlah pada mereka, pakailah tudung. Cukuplah kakak seorang saja yang merasai seksaan itu, kakak tak mau wanita lain pula jadi macam kakak. Semasa diazab, kakak tengok undang-undang yang Allah beri ialah setiap sehelai rambut wanita Islam yang sengaja diperlihatkan kepada orang lelaki yang bukan muhrimnya, maka dia diberikan satu dosa. Kalau 10 orang lelaki bukan muhrim tengok sehelai rambut kakak ini, bermakna kakak mendapat 10 dosa."
"Tapi Mazlan, rambut kakak ini banyak jumlahnya, beribu-ribu. Kalau seorang tengok rambut kakak, ini bermakna beribu-ribu dosa yang kakak dapat. Kalau 10 orang tengok, macam mana? Kalau 100 orang tengok? Itu sehari, kalau hari-hari kita tak pakai tudung macam kakak ni? Allah..."
"Kakak berazam, balik saja dari haji ini, kakak akan minta tolong dari ustaz supaya ajar suami akak sembahyang, puasa, mengaji, buat ibadat. Kakak nak ajak suami pergi haji. Seperti mana kakak, suami kakak tu Islam pada nama saja. Tapi itu semua kesilapan kakak. Kakak sudah bawa dia masuk Islam, tapi kakak tak bimbing dia. Bukan itu saja, kakak pula yang jadi seperti orang bukan Islam."
Sejak balik dari haji itu, saya tak dengar lagi apa-apa cerita tentang wanita tersebut. Walaubagaimanapun, saya percaya dia sudah menjadi wanita yang benar-benar solehah. Adakah dia berbohong kepada saya tentang ceritanya diazab semasa koma?
Tidak.
Saya percaya dia bercakap benar. Jika dia berbohong, kenapa dia berubah dan bertaubat nasuha?
Satu lagi, cubalah bandingkan azab yang diterimanya itu dengan azab yang digambarkan oleh Allah dan Nabi dalam Al-Quran dan hadis.
Adakah ia bercanggah?
Benar, apa yang berlaku itu memang kita tidak dapat membuktikannya secara saintifik, tapi bukankah soal dosa dan pahala, syurga dan neraka itu perkara ghaib? Janganlah bila kita sudah meninggal dunia, bila kita sudah diazab barulah kita mahu percaya bahawa...
"Oh... memang betul apa yang Allah dan Rasul katakan. Aku menyesal..."
Itu dah terlambat.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...