Tuesday, June 14, 2011

buat renungan.......



kisah yang sangat sedih..

cerita ini merupakan cerita dari pihak suami, tapi saya rasa tidak hanya para
suami yang boleh mengambil makna dari cerita ini, para istri dan anak2 juga boleh.
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Empat tahun yang lalu, musibah telah meragut orang yang ku kasihi,
sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam
syurgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih kerana sudah meninggalkan
sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih
begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa
saya telah gagal, tidak boleh memenuhi keperluan jasmani dan rohani anak
saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku mesti cepat
berangkat ke pejabat, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan
makanan untuknya.

Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan.
Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas
berangkat ke tempat kerja.

kesibukan yang kujalani, membuat tenagaku benar-benar letih. Suatu hari
ketika aku pulang kerja aku merasa sangat letih, setelah bekerja sepanjang
hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke
bilik tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan
ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan,
tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan
hangat! Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ...
sebuah mangkuk yang pecah dengan mie segera yang berterabur di lantai dan
selimut!

Oh...Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil penyangkut baju, dan langsung
pukul anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan
pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan,
dia hanya memberi penjelasan singkat:

"Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum
pulang, jadi aku ingin memasak mie segera. Aku ingat, ayah pernah bercakap
untuk tidak menyentuh atau menggunakan dapur gas tanpa ada orang dewasa di
situ, maka aku memasak air guna tempat masak air ini dan menggunakan air panas
untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya ... Kerana
aku takut mie itu  akan menjadi sejuk, jadi aku menyimpannya di bawah
selimut supaya tetap panas sampai ayah balik. Tapi aku lupa untuk
mengingatkan ayah kerana aku sedang bermain dengan mainan saya ... Saya
minta maaf Dad ... "

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin
anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke bilik mandi dan
menangis dengan menyalakan shower di bilik mandi untuk menutupi suara tangis
saya. Setelah beberapa lama, saya hampiri anak saya, memeluknya dengan erat
dan memberikan ubat kepadanya atas luka bekas pukulan dipunggungnya, lalu aku
memujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di
tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melihat bilik
anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan kerana rasa sakit di
punggungnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencuba, dalam hidup ini,
untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan
juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kemahuannya. Tanpa
terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan keluar dari tadika
. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan
buruk di masa kecilnya dan dia sudah menjadi dewasa dengan bahagia.

Namun... tidak lama selepas itu, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar
menyesal....

Guru sekolah tadikanya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya
absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari pejabat, aku berharap
dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di
sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya
di sebuah CC, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku
marah, membawanya pulang dan menyerangnya dengan pukulan-pukulan. Dia diam
saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Dad".

Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan
bakat" yang diadakan oleh sekolah, kerana yg diundang adalah pelajar dengan
ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak ada ibu.....

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku balik ke
rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan
menulis. Sejak hari itu, anakku lebih banyak mengurung diri di biliknya
untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan
melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun sudah berakhir. masa ini musim
sejuk, dan hari krismas telah tiba. Semangat krismas ada dimana-mana juga di
hati setiap orang yg lalu lalang... Lagu-lagu krismas terdengar diseluruh
pelosok jalan .... tapi , anakku membuat masalah lagi. Ketika aku
sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba pejabat
pos menelepon. kerana orang ramai sedang pos surat, tukang pos
juga sedang sibuk, perasaan hati mereka pun jadi kurang bagus.

Mereka menelefon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya
telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji
untuk tidak akan memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak boleh menahan
diri untuk tidak memukulnya lagi, kerana saya merasa bahwa anak ini sudah
benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta
maaf : "Maaf, Dad". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan
alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke pejabat pos untuk mengambil surat-surat tanpa
alamat tersebut lalu balik. Sesampai di rumah, dengan marah saya membawa
anak saya ke ruang tamu dan bertanya kepadanya, perbuatan  apalagi ini?
Apa yang ada dikepalanmu?

Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk
mommy.....".

Tiba-tiba aku sebak. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan
terus bertanya kepadanya: "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak
surat-surat, pada waktu yg sama?"

Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang
lama, tapi setiap kali aku mahu menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi
bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru
ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku boleh mencapai kotak itu dan aku
mengirimkannya sekaligus".

Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung,
tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan ....

Aku cakap pada anakku, "Nak, mommy sudah berada di syurga, jadi untuk
seterusnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan
membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah
mendengar perkara ini, anakku jadi lebih tenang, dan setelah itu, ia boleh
tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya,
jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya punya perasaan
untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......

'Mommy sayang',

Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di
sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi
kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak
memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis
dan merindukanmu lagi.

Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan
mulai bermain game di salah satu CC. Ayah keliling-keliling mencari saya,
setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya boleh diam, ayah memukul aku,
tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat
padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di biliknya.
Saya pikir kita berdua  sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita
berdua, saya rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy
muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat mommy?
kawanku cakap jika kau tertidur dengan gambar orang yang kamu rindukan, maka
kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau
tak pernah muncul?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak
pernah boleh menggantikan kesayangan yang tak dapat digantikan semenjak
ditinggalkan oleh istri saya ....


 Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh
  kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya.
  Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu,
   mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan
 menyayangi dirimu dan anak-anakmu.


 Hargailah kewujudannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu
  dengan segala kekurangan dan kelebihannya, kerana apabila engkau telah
  kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan
   posisinya.

1 comment:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...