Sunday, May 15, 2011

cerita sedih....

assalamualaikum.......


dah lama saya tak tulis cerita utk blog saya ini....heheh...mgkn sbb saya agak sibuk kot...apa2 pun....hari ini saya ada cerita hanya sekadar utk menghiburkan hati saja....saya sendiri pon tak tau la nk ckp cerita ini sedih ataupun lawak......apa2 pon.....baca la dulu kisahnya....baru la tau yee....ehheheheh...selamat membaca :)












Ada tiga orang sahabat si A, si B dan si C, yang tinggal serumah di sebuah apartment setinggi 60 tingkat. Pada suatu petang setelah tamat bertugas mereka ini telah kembali dari bertugas untuk pulang ke rumah. Dilihatnya ramai orang sedang berkerumun di depan lif. Rupanya elektrik padam dan lif tidak berfungsi....

si A : Macamana ni...rumah kita lak atas sekali?


si B : Aduhhhh...bikin bingung kepala, nak panjat tangga larat ke..?

si C : Aku rasa baik kita panjat tangga aje...kita pun tak tahu bila agaknya elektrik ada balik

si A : Aku ada satu idea, kita panjat tangga sambil bercerita,tapi kita kena bercerita yang sedih aje, sebab kalau kita buat cerita

lawak...kita akan terasa sesak nafas sebab kita ketawa...biar kita serius dengar cerita.

Mereka pun bersetuju, so mereka mulalah melangkah kaki memanjat tangga untuk ke tingkat 60. si A mula bercerita....

si A : Aku masa kecil punyalah sedih dalam sejarah hidupku...aku membesar tanpa bapa, bapaku meninggal semasa aku dalam kandungan,
dari kecil aku....bla bla bla bla bla.....

Punya la sedih mereka mendengar cerita si A hingga meleleh leleh...sedar tak sedar mereka dah sampai kat tingkat 20. Mereka berhenti sekejap bukannya kerana penat tapi berhenti untuk lap air mata...kemudian Mereka kembali memanjat sambil si B pula bercerita....

si B : Sejarah hidup aku lagi sedih, semasa umur aku 5 tahun kedua ibu bapaku meninggal dalan kemalangan jalanraya...aku dibesarkan oleh abang sulung ku saja yang pada tu berumur 15 tahun. Abang sulung ku tak bersekolah dan dia bekerja untuk menyara aku adik beradik seramai 4 orang...bla bla bla bla......

Sekali lagi mereka bertiga meleleh sedih....punyalah lama cerita si B dengan tak sedar mereka dah sampai ke tingkat 55. Hanya 5 tingkat aje lagi... sambil melangkah memanjat tangga yang ketingkat 56, si C mula menyampuk

si C : Alaaaaaa...korang punya cerita tak sedih lagi...cerita aku lagi sedihhhh punya.

si A : kau ada sejarah hidup sedih juga ke...?

si C : emmmm...mungkin hari ini dalam sejarah...

si B : cerita aje le...kita dah tinggal 4 tingkat je lagi

si C : aku sedih kerana...KUNCI RUMAH KITA AKU TERTINGGAL DALAM KERETA....UWAAAAAA

Sunday, May 8, 2011

sucinya al quran......

assalamualaikum.....pada hari ini saya ada satu lagi cerita yang seronok untuk dibaca......tentang alquran.....hayati lah cerita ini betul-betul......selamat membaca




Rasulullah SAW pernah meminta sahabatnya yang bernama Abdullah bin Mas'ud supaya membaca al-Qur'an di hadapannya. Sebagaimana diketahui Ibnu Mas'ud adalah sahabat Nabi yang terkenal dengan qira'ahnya yang bagus dan lagu serta suaranya amat merdu.

Ibnu Mas'ud membaca beberapa ayat dari surat an-Nisa'. Tetapi setelah sampai ayat 41, maka Rasulullah meminta Ibnu Mas'ud supaya berhenti, karena air matanya telah bercucuran terharu.

Ayat an-Nisa' 41 itu artinya : "Betapa dahsyatnya keadaan di kala itu (hari akhirat), bila Kami (Allah) menghadirkan seorang saksi bagi setiap ummat, dan engkau (Muhammad) Kami hadirkan juga sebagai saksi bagi mereka."

Rasulullah tak tahan mendengar ayat itu. Bagaimana kalau dia menjadi saksi kelak bagi ummatnya yang bejat-bejat yang sudah rusak moralnya, bagaimana pula dia dihadirkan sebagai saksi bagi ummatnya yang kafir durhaka dan apakah dia tahan melihat ummatnya yang durhaka itu dihalau oleh malaikat ke neraka? Semuanya itu terbayang di pelupuk matanya, dan karena itu beliau menangislah. "Cukup, cukup, sampai di sini wahai ibnu Mas'ud" kata Rasulullah kepada sahabatnya yang ahli qira'ah lagi bersuara merdu itu. Ya, beliau terharu dan hatinya tersentuh.

Fudhail bin 'Iyad, yang kemudian menjadi ulama besar, pada mulanya selagi masih muda adalah seorang jahil yang terpesona kepada seorang perempuan. Pada suatu malam dia mendatangi kekasihnya itu. Tetapi setelah dia melompat pagar rumah sang gadis, tiba-tiba dia melihat sang gadis sedang membaca al-Qur'an, mengumandangkan ayat al-Qur'an surah al-Hadid ayat 16 yang artinya :

"Apakah belum tiba waktunya bagi orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan mengingat kebenaran apa yang diturunkan-Nya (al-Qur'an) dan janganlah mereka seperti ahli kitab sebelum mereka, telah lama mereka berpisah dari ajaran Nabinya, sehingga hati mereka menjadi kasar (tidak tembus cahaya kebenaran), dan kebanyakan mereka menjadi orang fasik."

Setelah mendengar ayat ini dituturkan oleh sang gadis dengan suara yang merdu, maka Fudhail mundur dan mengurungkan niat jahatnya. Dan semalaman dia merenungkan peringatan Allah itu bagi hamba-Nya yang beriman. Jiwanya berbisik, "Kapan lagi engkau akan insyaf? dan bertobatlah segera sebelum ajal datang menjemput, ya sebelum terlambat, wahai Fudhail!".

Demikian, kemudian dia bertobat dan berusaha membina dirinya menjadi seorang muslim sejati, dan berkat tekun belajar, dia menjadi ulama besar yang cukup terkenal. Kata-katanya banyak dikutip oleh pengarang.

Lain lagi dengan kisah Utbah al-Ghulam, seorang penjahat besar di negeri Basrah. Pada suatu hari dia mendengar pengajian di sebuah masjid Basrah. Waktu itu yang memberi ceramah agama adalah ulama besar Basrah yang amat terkenal, Syekh Hasan al-Bashry. Syekh Hasan kebetulan sedang menguraikan surat al-Hadid ayat 16 tersebut dengan sejelas-jelasnya, dan kemudian menyuruh hadirin terutama bagi orang-orang yang berdosa segera bertobat. Menjawab pertanyaan seorang hadirin, apakah dosanya bisa diampuni Allah bila dia bertobat, maka Syekh Hasan menjawab :
"Walaupun dosa anda sebesar dosanya Utbah al-Ghulam, Insya-Allah dosa anda akan diampuni bila anda bertobat dengan sungguh-sungguh."

Tiba-tiba mendengar orang meraung dan kemudian dia jatuh pingsan dalam masjid itu. Dan rupanya yang pingsan itu adalah Uthbah bin al-Ghulam sendiri, sang penjahat terkenal.

Setelah sadar, dia bangkit mendekat sang guru, dan sang guru masih terus menasehatinya dari hati ke hati. Hasan berkata, "Bila anda tahan sentuhan api neraka, maka silakan terus melakukan kejahatan. Tetapi bila tidak, maka segeralah bertobat! Dengan dosa-dosa yang kau lakukan itu berarti engkau telah menghina, membebani jiwamu sendiri, maka lepaskan dirimu dari dosa itu dengan bersungguh-sungguh!"

Nasihat sang guru besar, ulama terkenal itu, sungguh menyentuh hatinya, dan kemudian dia bertobat kepada Allah dengan taubatan nasuha. Dan setelah bertobat, dia mengangkat kedua tangannya dan menengadahkan kepalanya sambil berdo'a kepada Allah yang antara lain berbunyi :

"Tuhanku, jika Engkau telah menerima tobatku dan mengampuni dosaku, maka berilah aku kehormatan dengan kedalaman pengertian tentang agama-Mu dan lekas menghafal apa yang Engkau baca dan aku dengar, sehingga aku dapat menghafal ilmu dan ayat-ayat al-Qur'an. Berilah aku karunia dengan suara yang indah dan mempesona, sehingga barangsiapa yang mendengar bacaan qira'atku hatinya bertambah tersentuh walaupun dia sebelumnya berhati kasar. Tuhanku, berilah aku kemuliaan dengan rizki yang halal, dan berilah aku rizki yang datangnya tak terduga."

Alhamdulillah, do'anya makbul dan terjadilah keanehan pada dirinya. Ada saja rizki berupa roti yang diantarkan orang ke rumahnya setiap hari, tanpa diketahui siapa yang mengantarkannya. Demikian itu berlangsung terus sampai akhir hayatnya. Begitulah Allah mengabulkan do'a hamba-Nya yang benar-benar ikhlas dalam tobatnya.

Maaf, ini sedikit kisah pengalaman pribadi. Pada suatu hari penulis membawakan khutbah Jum'at di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Selesai berkhutbah, penulis menggabungkan diri dengan jama'ah, karena waktu ada imam khusus yang akan mengimami shalat Jum'at. Sebelum 'takbiratul ihram' penulis melihat ke shaf belakang, dan ternyata di situ berdiri Prof. Dr. H. Rasjidi yang terkenal itu. Dengan serta merta penulis mohon beliau maju ke depan di samping penulis.

Waktu imam membaca ayat sesudah al-Fatihah, terdengarlah Rasjidi menangis terisak-isak, mungkin karena terharu dan terpesona. Seingat penulis, ayat yang dibaca imam waktu itu adalah surah Fushilat ayat 30, yang artinya :

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah, kemudian berlaku istiqamah (konsisten dalam kebenaran), akan turun malaikat kepada mereka (pada akhir hayatnya) dan membisikkan kalimat : Jangan kamu takut dan berduka, dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Tuhan untukmu."

Saya kira Rasjidi menangis terisak-isak di dalam masjid waktu itu karena amat terpesona dan terharunya beliau mendengar imam membaca ayat tersebut.

Dulu waktu Rasulullah membacakan ayat Fushilat 30 itu kepada sahabatnya, Abu Bakar as-Sidiq, maka Abu Bakar berkomentar,
"Alangkah indahnya ayat ini ya Rasul Allah!" Nabi SAW menjawab :
"Nanti (di akhir hayatmu) akan ada malaikat yang akan membisikkan ayat ini ke telingamu!"
Ya, berbahagialah orang-orang shalih yang malaikat membacakan ayat ini kelak ke telinga mereka pada akhir hayatnya. Amien!

Kisah masuknya Umar bin Khaththab ke dalam Islam adalah kisah yang patut disimak. Sebagaimana diketahui, Umar bin Khaththab adalah tokoh terkemuka di Arab di masa jahiliyah. Mulanya dia sangat menentang ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhhamad. Tetapi kemudian melalui proses yang unik dia akhirnya menjadi orang terkemuka Islam, bahkan menjadi khalifah ke dua setelah Abu Bakar as-Siddiq.

Syahdan pada suatu ketika dia dengan pedang terhunus ingin menikam Rasulullah dengan para sahabatnya yang masih sedikit, yang sedang dibina Rasulullah di rumah Arqam bin Abil di dekat Shafa. Di tengah jalan dia ditegur seseorang bahwa sebelum menindak orang lain lebih baik dia menyelesaikan urusan familinya sendiri terlebih dahulu. Orang itu menyampaikan kepada Umar bahwa adik kandungnya sendiri bersama suaminya telah menganut Islam menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW. Umar lantas berbelok ke rumah adiknya, Fatimah, dan kebetulan sedang membaca al-Qur'an. Dengan serta merta Umar memperlihatkan kemarahannya dengan memukul langsung adik dan iparnya sendiri hingga babak belur.

Kebetulan di tangan Fatimah ada lembaran Kitab Suci al-Qur'an yang baru saja dibacanya. Umar membentak adiknya dan meminta supaya lembaran itu diberikan kepadanya. Tetapi Fatimah menolak dengan alasan "Anda adalah najis, yang haram menyentuh lembaran suci ini," tandas Fatimah. Karena rasa ingin tahunya sangat besar, maka dia mandi dan kemudian lembaran suci itu diberikan adiknya, Fatimah, kepada Umar. Dan setelah membaca beberapa ayat dari surah Thaha, hati Umar berbalik arah seratus delapan puluh derajat. Ia kemudian masuk Islam.

"Kami bukan menurunkan al-Qur'an kepadamu untuk menyusahkan dirimu. Melainkan menjadi peringatan bagi orang yang takut Tuhannya. Dia turun dari dzat yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi Ar-Rahman (Allah) itu bersemayam di atas singgasana 'arsy. Kepunyaan-Nya segala apa yang ada di antara keduanya, dan apa-apa yang ada di bawah petala bumi. Jika engkau keraskan perkataan, Dia mengetahui apa yang dirahasiakan dan apa yang lebih tersembunyi. Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia. Bagi-Nya ada beberapa nama yang indah." (Q.S. Thaha: 1-8).

Setelah itu barulah dia pergi dengan pedang terhunusnya ke rumah Arqam mencari Rasulullah. Mulanya para sahabat curiga dan dengan kewaspadaan yang penuh untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Tiba-tiba Umar memeluk Rasulullah dengansekaligus mengucapkan dua kalimah Sahadah sebagai tanda dia memeluk Islam. Semuanya mengucapkan alhamdulillah dan bertakbir tanda syukur kepada Allah atas islamnya Umar.

Demikian skelumit kisah-kisah yang menarik tentang pesona ayat-ayat suci al-Qur'an yang berguna untuk penataran iman hamba-hamba Allah yang ingin bersujud kehadirat-Nya sebagai hambaNya yang ingin berjalan lurus menurut jalur-jalur Kitab Suci al-Qur'anul Karim Dan numpang tanya apakah ada diantara para pembaca yang budiman yang terpesona dengan membaca al-Qur'an atau mendengarkannya dengan air mata yang meleleh?

kisah anak yang soleh.....

assalamualaikum.....saya rasa cerita ini antum semua dh tau.....tapi....saya nak cerita juga....untuk kita semua lihat...sungguh untungnya menjadi anak yang soleh....(selamat membaca)



Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang boleh bercakap terus dengan Allah S.W.T. Setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia akan bercakap dengan Allah. Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain.
Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah. "Ya Allah, siapakah orang di syurga nanti yang akan berjiran dengan aku?".
Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawapan, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikut tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat berkenaan.
Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berjaya bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu.
Tuan rumah itu tidak melayan Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu didukungnya dengan cermat. Nabi Musa terkejut melihatnya. "Apa hal ini?” kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh kehairanan.
Babi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian dihantar semula ke dalam bilik. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudiannya dihantar semula ke bilik.
Selesai kerjanya barulah dia melayan Nabi Musa. "Wahai saudara! Apa agama kamu?". "Aku agama Tauhid", jawab pemuda itu iaitu agama Islam. "Habis, mengapa kamu membela babi? Kita tidak boleh berbuat begitu." Kata Nabi Musa.
"Wahai tuan hamba", kata pemuda itu. "Sebenarnya kedua babi itu adalah ibubapa kandungku. Oleh kerana mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah menukarkan rupa mereka menjadi babi yang hodoh rupanya. Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajipanku sebagai anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibubapaku sepertimana yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menjadi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.", sambungnya.
"Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampunkan. Aku bermohon supaya Allah menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenar, tetapi Allah masih belum memakbulkan lagi.", tambah pemuda itu lagi.
Maka ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa a.s. 'Wahai Musa, inilah orang yang akan berjiran dengan kamu di Syurga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepasa kedua ibubapanya. Ibubapanya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak soleh disisi Kami."
Allah juga berfirman lagi yang bermaksud : "Oleh kerana dia telah berada di maqam anak yang soleh disisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua ibubapanya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam syurga."
Itulah berkat anak yang soleh. Doa anak yang soleh dapat menebus dosa ibubapa yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke syurga. Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada ibubapanya. Walaupun hingga ke peringkat rupa ayah dan ibunya seperti babi. Mudah-mudahan ibubapa kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak.
Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua ibubapa kita itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa.
Walau banyak mana sekali pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah S.W.T supaya kedua ibubapa kita diampuni Allah S.W.T.
Doa anak yang soleh akan membantu kedua ibubapanya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibubapa di alam kubur.
Erti sayang seorang anak kepada ibu dan bapanya bukan melalui hantaran wang ringgit, tetapi sayang seorang anak pada kedua ibubapanya ialah dengan doanya supaya terbaik di sisi kedua ibubapanya mendapat tempat yang Allah.

Wednesday, May 4, 2011

jaga 7 sunnah nabi muhammad SAW.....

assalamualaikum......



Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup......(jangan pening....heheheh)
Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.
Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:
Pertama, Tahajjud
karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
Kedua, membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari
Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
Ketiga,
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.
Keempat,
jaga shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha.
Kelima
jaga sedekah setiap hari.
Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
Keenam
jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”.
Ketujuh, amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.
Dzikir, kata Arifin Ilham, adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berdzikir pula, oleh karena itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya.
“Dzikir merupakan makanan rohani yang paling bergizi,” katanya, dan dengan dzikir berbagai kejahatan seperti narkoba, KKN, dan lainnya dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat hewani yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme........(btul k sy tlis ni?????.....klu salah tgur tau.....heheheheh)

kisah nabi idris AS melihat syurga dan neraka



Setiap hari Malaikat Izrael dan Nabi Idris beribadah bersama. Suatu kali, sekali lagi Nabi Idris mengajukan permintaan. “Bisakah engkau membawa saya melihat surga dan neraka?”
“Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaanmu aneh,” kata Izrael.
Setelah Malaikat Izrael memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin dilihatnya.
“Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para Malaikat pun takut melihatnya,” kata Izrael.
“Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya,” Nabi Idris menjelaskan alasannya.
Waktu mereka sampai ke dekat neraka, Nabi Idris langsung pingsan. Penjaga neraka adalah Malaikat yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang mengerikan itu. Api neraka berkobar dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan, tak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibanding tempat ini.
Dengan tubuh lemas Nabi Idris meninggalkan tempat yang mengerikan itu. Kemudian Izrael membawa Nabi Idris ke surga. “Assalamu’alaikum…” kata Izrael kepada Malaikat Ridwan, Malaikat penjaga pintu surga yang sangat tampan.
Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-seri di hiasi senyum ramah. Siapapun akan senang memandangnya. Sikapnya amat sopan, dengan lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga untuk memasuki tempat yang mulia itu.
Waktu melihat isi surga, Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris terpukau  tanpa bisa berkata-kata melihat pemandangan sangat indah di depannya. “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah…” ucap Nabi Idris beulang-ulang.
Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum.
Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka bertingkah laku dan berbicara dengan sopan.
Mendadak Nabi Idris ingin minum air sungai surga. “Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali.”
“Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.” Jawab Izrael. Pelayan surga datang membawakan gelas minuman berupa piala yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris pun minum air itu dengan nikmat. Dia amat bersyukur bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar biasa enak. Tak pernah terbayangkan olehnya ada minuman selezat itu. “Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah,” Nabi Idris mengucap syukur berulang-ulang.
Setelah puas melihat surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan kenikmatan surga Allah.
“Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,” kata Nabi Idris.
“Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang yang beriman lainnya,” kata Izrael.
“Tapi Allah itu Maha Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya Allah mengkaruniakan sebuah tempat yang mulia di langit, dan Nabi Idris menjadi satu-satunya Nabi yang menghuni surga tanpa mengalami kematian. Waktu diangkat ke tempat itu, Nabi Isris berusia 82 tahun.
Firman Allah:
“Dan ceritakanlah Idris di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi, dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS Al-Anbiya:85-86).
***
Pada saat Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertemu Nabi Idris. “Siapa orang ini? Tanya Nabi Muhammad kepada Jibril yang mendampinginya waktu itu.
“Inilah Idris,” jawab Jibril. Nabi Muhammad mendapat penjelasan Allah tentang Idris dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86, serta Surat Maryam ayat 56 dan 57.

Tuesday, May 3, 2011

kisah cinta kopi masin




Dia baru sahaja tamat belajar dan kini telah bergelar seorang doktor. Masih bujang dan tercari-cari seorang isteri sebagai teman hidup.
Pada suatu hari, ketika sedang minum di sebuah kedai kopi berdekatan dengan sebuah sekolah tahfiz di Lembah Beringin bersama seorang rakannya yang hafaz Quran, dia terpandang seorang gadis yang sungguh cantik.
Dengan wajahnya yang tenang dan penampilan solehah, gadis itu sungguh menawan.
Si doktor dan si gadis bertentangan mata, tetapi dengan segera kedua-duanya mengalihkan pandangan mereka.
"Astaghfirullah," bisik doktor itu perlahan. Dia sedar itu panahan syaitan. Si gadis sedang minum-minum bersama dua orang rakannya.
Subhanallah, indah sungguh ciptaan Allah ini! Secara tiba-tiba si doktor menjadi gugup, berdebar-debar dan serba tidak kena. Ingin sahaja dia menyunting gadis ini sebagai isterinya.
Doktor tersebut berbisik kepada rakannya yang hafaz Quran itu, "Kau kenal ke gadis itu?"
"Kenal. Dia sungguh berbudi bahasa. Dan masih belum berpunya lagi," jawab rakannya sambil tersenyum memahami. Aduh, bertambah guguplah doktor muda ini!
Tiba-tiba, datang pelayan meminta order, dan dia secara spontan berkata,
"Berikan saya kopi masin!"
Semua orang memandang dan melihat aneh kepadanya, termasuklah rakannya, pelayan dan gadis tersebut. Mukanya mendadak menjadi merah, tetapi dia tetap tidak mengubah pesanannya, dan setelah kopinya sampai, dia terus meminumnya.
Kehairanan, rakannya bertanya "Mengapa kopimu mesti masin, sahabatku?"
"Saat aku masih kecil, aku tinggal di tepi laut. Aku sangat suka bermain-main di laut, di situlah tempatnya aku dapat rasakan air laut... masin dan pahit. Sama seperti rasa kopi ini," jawab lelaki ini.
Tanpa disedari, gadis cantik yang duduk di meja bersebelahan mereka mendengar kata-kata si doktor tersebut. Gadis ini terharu. Itu adalah hal yang sungguh menyentuh hati. Perasaan yang begitu dalam dari seorang lelaki yang mengungkap kerinduan akan kampung halamannya.
Dia pasti lelaki itu adalah seorang yang menyintai dan mengambil berat akan rumah dan keluarganya. Dia pasti mempunyai rasa tanggungjawab akan tempat tinggal dan orang tuanya. Jika dia seorang abang, pastinya dia seorang yang sangat menyayangi adik-adiknya. Bertuahlah siapa yang menjadi isterinya.
Setelah peristiwa tersebur, si doktor ini meminta rakannya merisik gadis tersebut. Pucuk dicita, ulam mendatang. Setelah mengetahui rombongan merisik adalah mewakili lelaki yang ditemuinya di kedai kopi tempohari, si gadis yang pada ketika itu hampir tamat pengajian di sekolah tahfiz, menerima si doktor ini sebagai teman hidupnya dengan hati terbuka.
Seperti kisah cinta yang indah, Allah mengurniakan ketenangan di dalam rumah tangga mereka. Mereka hidup bahagia, saling menyanyangi antara satu sama lain, walaupun tidak mengenali antara satu sama lain sebelum ini. Cinta yang berputik setelah perkahwinan, terus kembang mekar seiring dengan ketaatan mereka kepada Yang Maha Pencipta. Dan setiap kali si isteri membuatkan secawan kopi buat suaminya, dia tidak lupa membubuh sedikit garam di dalamnya, kerana dia tahu, itulah kesukaan suaminya.
Setelah 40 tahun hidup bersama, si suami meninggal dunia. Dia meningalkan sepucuk surat buat isterinya.
"Sayangku, sepanjang tempoh kehidupan kita bersama, abang telah sentiasa jujur terhadapmu, tetapi maafkan abang untuk satu perkara. Maafkan kebohongan yang telah abang buat sepanjang hidup abang. Inilah satu-satunya kebohongan abang kepadamu - tentang kopi masin. Kamu ingatkah di saat kita pertama kali bertemu? Pada ketika abang sedang minum kopi dengan Ustaz Syakir, di maahad? Abang sangat gugup pada ketika itu. Sebenarnya abang inginkan kopi manis. Tetapi abang telah tersebut kopi masin. Waktu itu abang ingin batalkannya, tetapi abang terlalu gugup di hadapanmu ketika itu, maka abang biarkan sahaja. Abang tidak pernah menyangka itu akan menjadi awal perkenalan kita. Abang telah mencuba untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepadamu..abang telah mencuba beberapa kali sepanjang hidup abang...tetapi abang tak sanggup melukakan hatimu..
Sekarang saat kamu membaca surat ini, abang sudah tiada. Tidak ada lagi yang perlu abang bimbangkan, maka abang akan menyatakan ini kepadamu: Abang tidak menyukai kopi masin. Tapi sejak mengenalimu, abang selalu minum kopi masin yang kamu buatkan sepanjang hidup abang. Dapat berada di sampingmu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup abang. Jika abang punya kesempatan untuk menjalani kehidupan sekali lagi, abang akan tetap berusaha mengenalimu dan menjadikanmu sebagai isteri abang walaupun abang harus minum kopi masin sekali lagi."
Sambil membaca, air matanya membasahi surat itu.
Suatu hari, seseorang telah bertanya kepadanya, "Bagaimana rasa kopi yang masin?"
Dia dengan pastinya menjawab, "Rasanya manis sekali."
Begitulah kisah bahtera cinta yang antara dua insan, dalam pelayaran menuju cinta Tuhan.

kisah di sebalik hafal al-quran

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah dan Lagi Maha Mengasihani.

Assalamualaikum wbt dan apa khabar?

Allahu Allah. Hafal Al-Quran. Berapa ramai antara kita bercita-cita tinggi dalam menghafal Al-Quran. Tetapi apabila cuba memulakan, rasa macam nak menangis dan akhirnya tanam muka dalam bantal dan menjerit kerana selalu terlupa dengan bacaan.

Mana nak jadi pelajar ijazah pendidikan awal kanak-kanak, atau setengah orang engineer dengan projek masing-masing, mana ada masa nak hafal Al-Quran. Lainlah pelajar-pelajar Mesir. Allahu Allah. Kadang kala menangis pun ada kerana apabila mendengar pelajar Mesir tak dapat buat yang terbaik atau patah balik kerumah kerana tidak minat, rasa cemburu dengan kenyataan tersebut dan akhirnya menangis kerana sentiasa doakan mereka dengan harapan yang tinggi. Bagaikan ibu yang menunggu anak itu berjaya dan pulang dan sebarkan dengan cemerlangnya.

Ada orang kata, manusia perlu menghafal Al-Quran. Dan orang yang dapat hafal Al-Quran adalah orang yang terpilih oleh Allah swt. Apabila diri sendiri mencuba dan tidak dapat lakukannya. Tiba-tiba terkata..

"Allah swt tidak memilihku, perlukah aku merasa kecewa kerana KAU tidak memilihku ya Allah?"


Akhirnya bantal juga menjadi peta tangisan.

Kita sentiasa membaca Al-Quran untuk sebagai pedoman di dalam diri kita. Untuk menguatkan hati kita kepada Allah swt. Harapkan manusia, umpama jari dipotong dan keluarnya darah. Harapkan Allah, berbunga-bunga hati tu dan makin tenang dan rasa best memanjang. Kadangkala tertanya-tanya..

"Am i blind to understand HIS words?"


Disitulah kebenaran dan disitulah ustaz dan ustazah memberitahu bahawa semuanya ada di situ..Al-Haq. Ada orang mengatakan bahawa dirinya al-haq. Ana Al-Haq. Tidak berani untuk ana akui diri sendiri Al-Haq kerana diri sentiasa tidak sempurna dan yang paling Al-Haq ialah Allah swt.  Keinginan meninggi dalam menghafal Al-Quran, ada yang mengatakan..

"Ala, buat dek je ilmu duniawi"


Tetapi, itu juga pentingkan dalam misi kita sebagai pendakwah. should we stop something just to recite Al-Quran?


Kenapa ada keinginan tinggi? Kerana jiwa kita merintih dan bukannya diri kita. Kita lihat kucing ditembak. Tiada tangisan. Tetapi jiwa kita

"Ya Allah~kesiannya..syahdunya"


Pernah rasa sebegini?Itu jiwa.

Jadi,cubalah berjinak-jinak dan ikhlaskan diri dalam menghafal Al-Quran~

Monday, May 2, 2011

semuanya bermula dari sini......

assalamualaikum.....

saya ingin mengatakan di sini yang saya bukan la insan yang pandai seperti nabi muhammad s.a.w........saya hanya manusia yang hina.....saya mula masuk tahfiz dari umur 11 tahun...(darjah 5).....tahfiz saya itu terletak di pulau pinang.....nama tahfiz itu adalah....maahad tahfiz darul furqan......di situlah saya mula belajar menghafal kitab suci al-quran....pada masa itu alhamdulillah saya dapat mengahafal 8 juzu' di tahfiz itu......namun....mungkin allah sudah takdirkan yang saya tidak habis mengahafal al-quran di situ.......pada umur 12...(darjah 6)......saya telah berpindah ke maahad tahfiz yang lain.....maahad tahfiz itu terletak di perak.....nama maahad itu adalah.....maahad tahfiz tarbiah ummah........saya menyambung hafalan saya di maahad itu....dalam masa dua tahun di maahad itu.....alhamdulillah.....saya sudah mendapat hasilnya......yaitu....saya sudah pun digelar...al-hafiz...saya memang tidak sangka yang saya mampu menghafal 30 juzu'......namun, inilah kebenarannya....ALLAH telah memberi keistimewaan kepada saya.....sekarang....saya ada tanggungjawab untuk di pikul.....kerana saya sudah habis menghafal al-quran....jadi, saya kena jaga ia sampai la saya meninggalkan dunia ini.....insyaallah.....masa umurku 14 tahun....(form 2)....aku mendapat tawaran untuk belajar di mesir....atas sokongan ibu bapaku....aku terima tawaran itu.....dan sekarang aku berada di bumi anbiya' mesir......sekarang umurku sudah 15 tahun..(form 3).....kepada sahabat2 ku.....doakan la aq supaya berjaya di dunia dan akhirat.......amin.....

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...